Selamat datang di blog yang banyak membahas seputar seni dan seni itu sendiri

Blog ini merupakan blog yang berisi tentang tulisan dan ulasan mengenai lika-liku perjalanan mengabdi pada negara.Ulasan tentang belajar dan materi ajar yang tentunya diambil dari berbagai sumber,untuk kepentingan "Anak Bangsa"
Recent Posting :
Grab this

Rabu, 16 November 2011

MENGENAL DASAR-DASAR MOTIF

MENGENAL DASAR-DASAR MOTIF
(Bag I)

Motif (ornamen) merupakan salah satu  seni hias yang paling dekat dengan kriya / seni batik apalagi jika dikaitkan dengan berbagai hasil produknya, oleh karena itu untuk membuat dan mengembangkan atau merintis suatu keahlian pada bidang kriya / seni batik peranan   motif menjadi sangat penting. Disamping itu dalam hal hias-menghias, merupakan salah satu tradisi di Indonesia yang tidak kalah pentingnya dan tidak dapat dipisahkan dengan cabang-cabang seni rupa lainnya. Peranan   motif sangat besar, hal ini dapat dilihat dalam penerapannya pada berbagai hal meliputi: bidang arsitektur, alat-alat upacara, alat angkutan, benda souvenir, perabot rumah tangga, pakaian dan sebagainya, untuk memenuhi berbagai aspek kehidupan baik jasmaniah maupun rokhaniah.
Untuk mempelajari dan menghayati bentuk serta arti seni ornamen, terlebih sampai pada sejarah, makna simbolis, gaya, jenis, cara pengungkapan, fungsi atau penerapannya pada suatu benda atau bangunan dan lain-lain, diperlukan suatu pengetahuan serta kemahiran (skill) tertentu dan waktu yang panjang, mengingat seni   motif mempunyai berbagai aspek seperti: jenis  motif , corak, perwatakan, nilai, teknik penggambaran, dan penerapan yang berbeda-beda. Namun demikian tidak tertutup kemungkinan untuk mempelajari, mengerti, menghayati, dan menciptakannya secara baik dengan bertahap, bila didukung oleh kemauan dan rasa ingin tahu yang kuat.

A. PENGERTIAN
Ornamen berasal dari kata “ORNARE” (bahasa Latin) yang berarti menghias.  Dapat juga berarti “dekorasi” atau hiasan, sehingga ornamen/motif sering disebut sebagai disain dekoratif atau disain ragam hias.
Dalam Ensiklopedia Indonesia motif adalah setiap hiasan bergaya geometrik atau bergaya lain,   motif dibuat pada suatu bentuk dasar dari suatu hasil kerajinan tangan (perabotan, pakaian dan sebagainya) termasuk arsitektur. Dari pengertian tersebut jelas menempatkan   motif /ORNAMEN sebagai karya seni / kriya yang dibuat untuk diabdikan atau mendukung maksud tertentu dari suatu produk, tepatnya untuk menambah nilai estetis dari suatu benda/produk yang akhirnya pula akan menambah nilai finansial dari benda atau produk tersebut.
Dalam hal ini ada  motif yang bersifat pasif dan aktif. Pasif maksudnya motif tersebut hanya berfungsi menghias, tidak ada kaitanya dengan hal lain seperti ikut mendukung konstruksi atau kekuatan suatu benda. Sedangkan motif berfungsi aktif maksudnya selain untuk menghias suatu benda juga mendukung hal lain pada benda tersebut misalnya ikut menentukan kekuatanya (kaki kursi  motif  belalai gajah/ motif  kaki elang)
Pendapat lain menyebutkan bahwa :   motif adalah pola hias yang dibuat dengan digambar, dipahat, dan dicetak, untuk mendukung meningkatnya kualitas dan nilai pada suatu benda atau karya seni. Motif juga merupakan perihal yang akan menyertai bidang gambar (lukisan atau jenis karya lainnya) sebagai bagian dari struktur yang ada didalam.  Pendapat ini agak luas, motif tidak hanya dimanfaatkan untuk menghias suatu benda/produk fungsional tapi juga sebagai elemen penting dalam karya seni / kriya(batik, lukisan, patung, grafis), sedangkan teknik visualisasinya tidak hanya digambar seperti yang kita kenal selama ini, tapi juga dipahat, dan dicetak.
Dalam perkembangan selanjutnya, penciptaan karya seni / kriya Motif tidak hanya dimaksudkan untuk mendukung keindahan suatu benda, tapi dengan semangat kreativitas seniman mulai membuat karya   motif sebagai karya seni / kriya yang berdiri sendiri, tanpa harus menumpang atau mengabdi pada kepentingan  lain. Karya semacam dikenal dengan seni dekoratif (lukisan / Batik atau karya lain yang mengandalkan hiasan sebagai unsur utama).

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa:   motif adalah salah satu karya seni / kriya dekoratif yang biasanya dimanfaatkan untuk menambah keindahan suatu benda atau produk, atau merupakan suatu karya seni / kriya dekoratif (seni murni) yang berdiri sendiri, tanpa terkait dengan benda/produk fungsional sebagai tempatnya.


B. MOTIF DAN POLA ORNAMEN

Motif  dalam konteks ini dapat diartikan sebagai elemen pokok dalam seni ornamen. Ia merupakan bentuk dasar dalam penciptaan/perwujudan suatu karya ornamen.  Motif meliputi:

a.  Motif  Geometris.
Motif Kawung
Bentuk tertua dari   motif adalah bentuk geometris,  motif  ini lebih banyak memanfaatkan unsur-unsur dalam ilmu ukur seperti garis-garis lengkung dan lurus, lingkaran, segitiga, segiempat, bentuk meander, swastika, dan bentuk pilin, patra mesir “L/T” dan lain-lain. Ragam hias ini pada mulanya dibuat dengan guratan-guratan mengikuti bentuk benda yang dihias, dalam perkembangannya  motif  ini bisa diterapkan pada berbagai tempat dan berbagai teknik, (digambar, dipahat, dicetak)




b.  Motif  tumbuh-tumbuhan.
Motif Bunga
Penggambaran  bentuk  tumbuh-tumbuhan dalam seni   motif dilakukan dengan berbagai cara baik natural maupun stilirisasi sesuai dengan keinginan senimannya, demikian juga dengan jenis tumbuhan yang dijadikan obyek/inspirasi juga berbeda tergantung dari lingkungan (alam, sosial, dan kepercayaan pada waktu tertentu)  tempat  motif  tersebut diciptakan.  motif  tumbuhan yang merupakan hasil gubahan sedemikian rupa jarang dapat dikenali dari jenis dan bentuk tumbuhan apa sebenarnya yang digubah/distilisasi, karena telah diubah dan jauh dari bentuk aslinya.




c.  Motif  binatang.
Motif Burung
Penggambaran binatang dalam   motif sebagian besar merupakan hasil gubahan/stilirisasi, jarang berupa binatang secara natural, tapi hasil gubahan tersebut masih mudah dikenali bentuk dan jenis binatang yang digubah, dalam visualisasinya bentuk binatang terkadang hanya diambil pada bagian tertentu ( tidak sepenuhnya) dan dikombinasikan dengan  motif  lain. Jenis binatang yang dijadikan obyek gubahan antara lain, burung, singa, ular, kera, gajah dll.


d.  Motif  manusia.
Motif Manusia Primitif




Manusia sebagai salah satu obyek dalam penciptaan  motif yang mempunyai beberapa unsur, baik secara terpisah seperti kedok atau topeng, dan secara utuh seperti bentuk-bentuk dalam pewayangan.












e.  Motif  gunung, air, awan, batu-batuan dan lain-lain.
Motif Alam Benda
Motif  benda-benda alami seperti batu, air, awan dll, dalm penciptaannya biasanya digubah sedemikian rupa sehingga menjadi suatu  motif  dengan karakter tertentu sesuai dengan sifat benda yang diekspresikan dengan pertimbangan unsur dan asas estetika. Misalnya  motif  bebatuan biasanya ditempatkan pada bagian bawah suatu benda atau bidang yang akan dihias dengan  motif  tersebut.








f. Motif  Kreasi/ khayalan yaitu bentuk-bentuk ciptaan yang tidak terdapat pada alam nyata seperti  motif  makhluk ajaib, raksasa, dewa dan lain-lain.
Motif Kalamakara
Bentuk ragam hias khayali adalah merupakan hasil daya dan imajinasi manusia atas persepsinya,  motif  mengambil sumber ide diluar dunia nyata. Contoh  motif  ini adalah :  motif  kala,  motif  ikan duyung, raksasa, dan  motif  makhluk-makhluk gaib lainnya.

Sedangkan yang dimaksud pola adalah suatu hasil susunan atau pengorganisasian dari  motif  tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu pula. Contohnya pola hias batik, pola hias majapahit, jepara, bali, mataram, pesisiran dan lain-lain. Singkatnya pola adalah penyebaran atau penyusunan dari  motif - motif .

1 komentar: