Selamat datang di blog yang banyak membahas seputar seni dan seni itu sendiri

Blog ini merupakan blog yang berisi tentang tulisan dan ulasan mengenai lika-liku perjalanan mengabdi pada negara.Ulasan tentang belajar dan materi ajar yang tentunya diambil dari berbagai sumber,untuk kepentingan "Anak Bangsa"
Recent Posting :
Grab this

Rabu, 16 November 2011

Persiapan Kain dan Proses Pengerjaan


PROSES PEMBUATAN KAIN BATIK

A. PERSIAPAN
1. NGANJI
  
Sebelum dicap, biasanya mori dicuci terlebih dahulu dengan air hingga kanji aslinya  hilang dan bersih, kemudian di kanji lagi. Motif batik harus dilapisi dengan kanji dengan ketebalan tertentu, jika terlalu tebal nantinya malam kurang baik melekatnya dan jika terlalu tipis maka akibatnya malam akan “mblobor” yang nantinya akan sulit dihilangkan.
Mori dengan kualitas tertinggi [Primisima] tidak perlu dikanji lagi, karena ketebalan kanjinya sudah memenuhi syarat.
2. NGEMPLONG
    Biasanya hanya mori yang halus yang perlu dikemplong terlebih dahulu sebelum dibatik. Mori biru untuk batik cap biasanya bisa langsung dikerjakan tanpa dilakukan pekerjaan persiapan.
    Tujuan dari ngemplong ialah agar mori menjadi licin dan lemas. Untuk maksud ini mori ditaruh diatas sebilah kayu dan dipukul-pukul secara teratur oleh pemukul kayu pula.Mori yang dikemplong akan lebih mudah dibatik sehingga hasilnya lebih baik.
B. TAHAP PENGERJAAN
1. NGLOWONG, Pelekatan malam [lilin] yang pertama.
    Selesai dikemplong mori sudah siap untuk dikerjakan. Teknik pembikinan batik terdiri dari pekerjaan utama, dimulai dari pekerjaan utama, dimulai dengan nglowong ialah mengecap atau membatik motif-motifnya diatas mori dengan menggunakan canting
Nglowong pada sebelah kain disebut juga ngengreng dan setelah selesai dilanjutkan dengan nerusi pada sebelah lainnya, ada dua cara yaitu :
a. Proses Nglowong dengan cap
b. Proses Nglowong dengan canting
   Sejalan dengan ngolowong maka yang dilakukan adalah memberikan isen-isen, yaitu : mengisi rancangan gambar/motif dengan titik-titik, garis, dan ragam hias lainnya dengan menggunakan canting isen-isen

2. Proses Nembok
   Sebelum dicelup kedalam zat pewarna, bagian yang dikehendaki tetap berwarna putih harus ditutup dengan malam. Lapisan malam ini ibaratnya tembok untuk menahan zat perwarna agar jangan merembes kebagian yang tertutup malam.
Oleh karena itu pekerjaan ini disebut menembok, jika ada perembesan karena tembokannya kurang kuat maka bagian yang seharusnya putih akan tampak jalur2 berwarna yang akan mengurangi keindahan batik tersebut. Itulah sebabnya malam temboknya harus kuat dan ulet, lain dengan malam klowong yang justru tidak boleh terlalu ulet agar mudah dikerok.

3. MEDEL, Pencelupan pertama dalam zat warna
3.1 Untuk Pewarnaan Tradisional Yaitu :
    Tujuan Medel adalah memberi warna biru tua sebagai warna dasar kain. Jaman dulu pekerjaan ini memakan waktu berhari-hari karena menggunakan bahan pewarna indigo [bahasa jawanya : tom]
Zat pewarna ini sangat lambat menyerap dalam kain mori sehingga harus dilakukan berulang kali, kini dengan bahan warna modern bisa dilakukan dengan cepat.

3.2 Pewarnaan Kimia :
a. Pencelupan
  Pemberian warna dengan cara mencelupkan ke dalam larutan zat warna yang dikehendakiproses pencelupan bisa dilakukan beberapa kali
b. Pencoletan
    Pemberian warna secara langsung pada bidang kecil dengan menggunakan kuas

4. NGEROK, Menghilangkan malam klowong
    Bagian yang akan di soga agar berwarna coklat, dikerok dengan Cawuk [semacam pisau tumpul dibuat dari seng] untuk menghilangkan malam nya.

5. mBIRONI, Penggunaan malam ke tiga
    Pekerjaan berikutnya adalam mBironi, yang terdiri dari penutupan dengan malam bagian-bagian kain yang tetap diharapkan berwarna biru, sedangkan bagian yang akan di soga tetap terbuka. Pekerjaan mBironi ini dikerjakan didua sisi kain.

6. MENYOGA, Pencelupan kedua
    Menyoga merupakan proses yang banyak memakan waktu, karena mencelup kedalam soga. Jika menggunakan soga alam, tidak cukup hanya satu dua kali saja, harus berulang
Tiap kali pencelupan harus dikeringkan diudara terbuka. Dengan menggunakan soga sintetis maka proses ini bisa diperpendek hanya setengah jam saja. Istilah menyoga diambil dari kata pohon tertentu yang kulit pohonnya menghasilkan warna soga [coklat] bila direndam di air.

7. NGLOROD, Menghilangkan malam
Setelah mendapat warna yang dikehendaki, maka kain harus mengalami proses pengerjaan lagi yaitu malam yang masih ketinggalan di mori harus dihilangkan, caranya dengan dimasukkan kedalam air mendidih yang disebut Nglorod.

1 komentar: